In50 Orang Terpenting Dalam Dunia Web (01-10)Siapa saja yang memberi pengaruh terbesar dalam jaringan online? Berdasarkan analisis PC World, terdapat tenaga broker Web, blogger, kalangan intelektual, dan pengusaha untuk menemukan kontribusi mengenai siapa yang menentukan cara pemanfaatan layanan Web orang di dunia.Berikut daftar orang-orang penting dan berpengaruh dalam dunia web:1. Eric Schmidt, Larry Page, dan Sergey Brin, Eksekutif Google
Jika harga saham Anda mencapai USD 500 per lembarnya, Anda berarti berhasil mengumpulkan uang sebanyak USD 33 miliar. Anda dapat menjalankan mesin pencari yang paling ramai trafiknya di Internet. Proyek kecil-kecilan Sergey Brin dan Larry Page asal Stanford berkembang menjadi gardu Web yang paling banyak dibicarakan dan salah satu dari beberapa nama pada daftar ini berubah menjadi verba. Schmidt meninggalkan Novell untuk bergabung dalam jajaran direktur Google pada tahun 2001 dan segera menjadi CEO perusahaan itu. Dengan mendominasi dunia periklanan online, Google sepertinya siap melakukan perjalanan akuisisi dan membeli YouTube menandakan langkah besar terhadap dominasi menyeluruh dalam bisnis Web.2. Steve Jobs, CEO Apple
Tidak ragu lagi Anda pasti bosan dengan penghargaan media seputar aksi CEO Apple ini. Tetapi ketika seseorang mengaplikasikan gema musik gratis DRM ke seluruh dunia, sulit mengacuhkan kekuatan pengaruh pria tersebut. Jobs mempopulerkan download musik, acara TV, dan film secara legal. Melalui iPhone yang akan dirilis dalam waktu kurang dari lima bulan lagi, demonstrasinya pada MacWorld Expo memberi saran bahwa produk ini kemungkinan mempopulerkan Internet browsing menggunakan perangkat mobile.
Jika harga saham Anda mencapai USD 500 per lembarnya, Anda berarti berhasil mengumpulkan uang sebanyak USD 33 miliar. Anda dapat menjalankan mesin pencari yang paling ramai trafiknya di Internet. Proyek kecil-kecilan Sergey Brin dan Larry Page asal Stanford berkembang menjadi gardu Web yang paling banyak dibicarakan dan salah satu dari beberapa nama pada daftar ini berubah menjadi verba. Schmidt meninggalkan Novell untuk bergabung dalam jajaran direktur Google pada tahun 2001 dan segera menjadi CEO perusahaan itu. Dengan mendominasi dunia periklanan online, Google sepertinya siap melakukan perjalanan akuisisi dan membeli YouTube menandakan langkah besar terhadap dominasi menyeluruh dalam bisnis Web.Tidak ragu lagi Anda pasti bosan dengan penghargaan media seputar aksi CEO Apple ini. Tetapi ketika seseorang mengaplikasikan gema musik gratis DRM ke seluruh dunia, sulit mengacuhkan kekuatan pengaruh pria tersebut. Jobs mempopulerkan download musik, acara TV, dan film secara legal. Melalui iPhone yang akan dirilis dalam waktu kurang dari lima bulan lagi, demonstrasinya pada MacWorld Expo memberi saran bahwa produk ini kemungkinan mempopulerkan Internet browsing menggunakan perangkat mobile.3. Bram Cohen, Cofounder BitTorrent
Sistem P2P seperti KaZaA dan eDonkey adalah produk tahun lalu. Masa depan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan BitTorrent, penggagas ahli matematika dan anak ajaib dalam dunia pemrograman Bram Cohen. BitTorrent dikembangkan pada 2001 dan mendapatkan popularitas sebagai cara pen-download-an file besar (seperti film) dengan pembagian beban melalui hardware dan bandwidth. Kecakapan teknologi ini menangani file besar membawa Cohen berselisih dengan Motion Picture Association of America, yang meminta BitTorrent memindahkan konten berhak cipta dari jaringannya. Tetapi penarikan itu tidak menghambat kerjanya. Dilaporkan lebih dari sepertiga trafik Web saat ini berasal dari klien BitTorrent. BitTorrent dan kalangan raksasa dunia hiburan sejak lama telah menggabungkan kekuatan mereka. BitTorrent Entertainment Network yang baru saja dilansir mengeluarkan ribuan film standar industri, acara televisi, game, dan lagu-lagu untuk dijual dan disewa.4. Mike Morhaime, Presiden Blizzard Entertainment
Dalam dunia online gaming, terdapat World of Warcraft, dll. Dengan jumlah pemain sebanyak 8 juta di seluruh dunia, Blizzard meraup keuntungan sebesar USD 1,5 miliar setahun dari WoW. Setiap pemain dengan terengah-engah terus memperhatikan Mike Morhaime bila ada kesempatan untuk mendapatkan Blade of Eternal Justice. Seperti dengan Second Life, keseluruhan bisnis dunia nyata berdasarkan teknologi game. Tidak seperti Second Life, walaupun bisnis ini mengeksploitasi ekonomi dan permainan game WoW, keseluruhannya tidak memberikan sambutan yang baik.5. John Doerr, Venture capitalist pada Kleiner, Perkins, Caulfield & Byers
Mantan salesman Intel, John Doerr telah menjadi raja aset enterprise di Silicon Valley sejak 27 tahun lalu dan melakukan investasi dalam bisnis teknologi mulai dari Sun Microsystems, Amazon.com, hingga Google. Jeff Bezos (lihat nomor 24) pernah menggambarkan Doerr sebagai “pusat gravitasi Internet.” Doerr juga menyertakan uang untuk menyokong kampanye politik, mendukung inisiatif pemilihan suara negara bagian yang cukup kontroversi di California terkait energi alternatif, dan penelitian stem-cell.6. Peter Levinsohn, Presiden Fox Interactive Media
Fox Interactive Media, bagian dari News Corporation milik Rupert Murdoch, adalah salah satu unit Web terkuat dan mengendalikan 13 situs dengan jangkauan mulai dari MySpace.com hingga yang paling kontroversial FoxNews.com., pelengkap bagi siaran film tradisional dan properti televisi News Corp. Divisi yang berfokus pada Internet meliputi top 10 properti yang dikunjungi di dunia pada Desember 2006, berdasarkan comScore World Metrix. Menurut TechCrunch, kemungkinan akan terdapat tambahan lainnya, ketika Fox Interactive memiliki USD 2 miliar uang pengakuisisian untuk digulirkan.7. Marissa Mayer, Vice president Google untuk search products & user experience
Ratu produk Google mengawasi berbagai daftar layanan Web dan perangkat raksasa pencarian ini, seperti Google Maps, Google Desktop, dan Google Base, serupa layanan e-commerce eBay. Wanita nomor satu di Google ini bergabung dalam perusahaan tersebut sebagai insinyur perempuan pertama pada 1999. Ia sebelumnya adalah pegawai perusahaan di nomor Alibaba.com dan bekerja mengembangkan tampilan minimalis Google yang saat ini cukup familiar. Tetapi jangan menyalahkannya atas semua pekerjaan dan jangan main-main terhadapnya. Menurut situs Google, ia mengorganisasi pegawai tugas malam.
Detik Publishing Mendukung visi PSSI untuk membawa tim nasional sepak bola Indonesia pada putaran final Piala Dunia 2018, kini telah berdiri Sekolah & Klub Sepak Bola Balomania pada tanggal 31 Agustus 2006 di Jakarta.Tekad manajemen Bolamania adalah akan menjadikan sekolah & klub sepak bola ini menjadi organisasi sepak bola modern bertaraf internasional dengan memberikan pelatihan berkualitas internasional sehingga dapat menghasilkan pemain bertaraf internasional pula. Bolamania akan menggunakan konsep baru dalam pengelolaannya yang diyakini dapat menghasilkan pemain sepak bola profesional yang dapat dibanggakan oleh bangsa dan negara di kemudian hari. Yang dimaksud konsep baru adalah adanya tujuan yang terfokus dan jelas, rencana kerja yang terarah dan terukur, diterapkannya prinsip good governance dengan menggunakan strategi-strategi yang unik untuk mencapai tujuan organisasi.Dalam kegiatan operasionalnya, Bolamania akan bermitra dengan Fakultas Ilmu Keolahragaan – Universitas Negeri Jakarta untuk memenuhi kebutuhan SDM, prasarana dan sarana pelatihan, termasuk penggunaan laboratorium dan pengadaan riset. Dukungan dan komitmen kerjasama telah diberikan pula oleh Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI dan Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta.Kegiatan operasional akan dimulai pada bulan Januari 2007. Perekrutan siswa akan dipublikasikan secara luas melalui media massa. Pada tahap pertama akan direkrut siswa yang berasal dari Jabodetabek berusia 12-14 tahun atau setingkat SMP kelas 1 dan 2, sedangkan pada tahap selanjutnya, Bolamania akan secara rutin setiap tahunnya merekrut siswa berusia 12 tahun atau setingkat SMP kelas 1. Siswa tidak dikenakan biaya apapun, dan seluruh fasilitas yang ada dapat dinikmati siswa secara gratis.Guna mengukur, menciptakan, dan meningkatkan prestasi, maka Bolamania akan secara aktif mengikuti pertandingan / turnamen baik formal maupun informal tingkat daerah, nasional, dan internasional. Pertandingan rutin akan diadakan pada setiap hari Minggu berupa pertandingan persahabatan dengan sekolah SMP / SSB / klub sepak bola se-Jabodetabek. Direncanakan pada setiap Minggu akan diadakan 2-4 kali pertandingan, sehingga dalam satu tahun diperkirakan akan terdapat + 100 pertandingan.Pada tahun 2008 akan didirikan Training Center yang merupakan kelas intensif dengan frekuensi pelatihan 8 kali ditambah dengan 1 kali pertandingan setiap minggunya. Training center ini nantinya diperuntukkan bagi siswa terbaik dari sekolah ini yang telah lulus menjadi siswa SMU, ditambah dengan siswa lainnya dari seluruh Indonesia
. Siswa akan diasramakan hingga menjelang Piala Dunia tahun 2018. Seluruh biaya hidup dan biaya sekolah/kuliah ditanggung oleh organisasi.Untuk memastikan keikutsertaan Indonesia pada putaran final Piala Dunia 2018, manajemen Bolamania mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan bekerjasama guna mensukseskan rencana ini. Saat ini Bolamania sedang mencari penyandang dana yang akan membiayai kegiatannya. Anda berminat untuk ikut menjadi penyandang dananya? atau ingin menyekolahkan kerabat Anda pada Bolamania? Untuk mengetahui lebih jauh profil organisasi ini, silahkan menghubungi Sekretariat Bolamania di Kompleks Pusdiklat DKI Jakarta, Jl. HR.Rasuna Said No.11, Jakarta Selatan 12940 telp. (021) 92727712 atau klik di http://www.bolamania.org/, email: support@bolamania.org
Situs Kau:
Setelah berupaya membela diri dengan beragam argumentasi, akhirnya Presiden Bank Dunia Paul D. Wolfowitz secara resmi harus berhenti dari jabatannya pada 30 Juni 2007. Dugaan skandal Wolfowitz dengan kekasihnya, Shaha Ali Riza, yang dulu juga bekerja di Bank Dunia, dengan menaikkan gaji di atas kewajaran mengakibatkan kredibilitas Wolfowitz dan Bank Dunia runtuh. Kalangan internal Bank Dunia dan negara-negara anggota beramai-ramai memakzulkan Wolfowitz dari jabatan yang sangat prestisius tersebut.
Kasus Wolfowitz itu segera menerbitkan dua hal pokok di Bank Dunia. Pertama, lembaga yang sangat peduli dengan isu korupsi tersebut ternyata juga mengidap patologi serupa. Tubuhnya diselimuti dengan banyak praktik korupsi, dan skandal Wolfowitz hanyalah bagian kecil yang terungkap. Kedua, korupsi yang lebih parah dan sistematis mestinya segera ditelusuri di Bank Dunia, yakni ketidakpeduliaan mereka terhadap kasus “korupsi kebijakan”
Korupsi Kebijakan
Sampai kini tidak ada lembaga multilateral yang paling berpengaruh melebihi institusi Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF). Kedua lembaga itu merupakan bentukan saat berlangsung Konferensi Bretton Woods seusai Perang Dunia II, dengan tujuan utama merekonstruksi infrastruktur dunia dan membantu pembangunan negara-negara anggota. Menarik untuk dicermati bahwa kedua lembaga ini juga memiliki fungsi lain yang penting, yakni menghadang pengaruh negara-negara sosialis dalam memperluas ide dan sistem ekonominya (Kloby, 1997: 171-172).
Jadi, tidaklah mengherankan bila sejak awal lembaga tersebut sangat getol menyalurkan dana ke negara-negara Dunia Ketiga dengan persyaratan yang lunak (soft loan), yaitu bunga ringan dan tenggat pembayaran (gestation period) yang lama. Dengan prosedur itu, diharapkan lembaga tersebut bisa memengaruhi negara Dunia Ketiga untuk
Pemerintah Benahi Sistem dan Manajemen Haji Penulis: HamzahFDK, UINJKT Online – Banyaknya pemberitaan media menyangkut kegagalan pengelolaan ibadah haji, direspon positif oleh pemerintah untuk melakukan pembenahan dari segi sistem dan manajemen haji. Pembenahan dilakukan di antaranya perencanaan, pembiayaan, mekanisme pendaftaran, dokumen dan perbekalan haji, dan organisasi penyelenggaraan haji. Direktur Badan Pengelolaan Ibadah Haji (BPIH) Departemen Agama M Abdul Ghafur Jawahir mengatakan, pembenahan sistem dan manajemen haji harus terus disempurnakan sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi yang berkembang di masyarakat.Penegasan itu diungkapkan Jawahir pada Seminar dan Training Haji bertema “Peningkatan Propesionalisme Manajemen Haji di era Reformasi” yang di selenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), di teater lt.2 Selasa (1/5). Pembenahan pada sistem perencanaan haji, kata Jawahir, dilakukan dengan mengacu pada hasil laporan Amirul Haji dan Pemantau DPR RI. Selanjutnya, perencanaan dimatangkan bersama BPIH dan DPR RI . Pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji ditentukan berdasarkan standarisasi perhitungan setiap komponen BPIH baikm yang direct cost maupun indirect cost.“biaya-biaya itu mulai tahun ini pengelolaannya di umumkan kepada publik kepada media cetak nasional,” kata Jawahir menambahkan.Sistem pendaftaran dilakukan melalui sistem tabungan yang dilakukan sepanjang tahun pembenahan dalam dokuman perbekalan haji dilakukan dengan cara sistem komputerisasi dan pencetakan paspor dengan security printing. Sementara itu perbaikan dalam organisasi penyelenggaraan haji terdiri dari organisasi permanen seperti Menag RI , BPIH dan non permanen seperti amirul haji PPIH. Upaya perbaikan sistem dan manajemen penyelenggaraan haji mengacu pada UU No 17 tahun 1999 yang terdiri dari sistem BPIH, pendaftaran, pembinaan jemaah, petugas, kesehatan, dokumen dan keimigrasian, transportasi, akomodasi penyelenggaraan ibadah haji dan umroh.
09.05.07
Menyoal Media Plat Merah, “Media” Milik Pemerintah
Posted in media dan kita tagged Ashadi Siregar, McQuail, media massa, media pemerintah, mth, reformasi, SIUPP at 6:47 pm by mthdi tengah makin beragamnya sumber informasi (multy source information), banyak instansi pemerintah yang telah mengembangkan media berita baik dalam bentuk tercetak maupun dalam format elektronik dan multimedia.Reformasi telah mengubah peta kompetisi dan kepemilikan media massa di Indonesia. Sejak keran kebebasan pers dibuka yang diiringi deregulasi di bidang pers dan penyiaran, dunia informasi dan komunikasi serta media massa boleh dikatakan mengalami booming. Di Indonesia masa lalu hidup dan perkembangan media cetak sulit bisa dibayangkan karena adanya peraturan tentang SIUPP. Izin untuk menerbitkan koran, misalnya, bisa mencapai ratusan juta rupiah, sehingga tak semua pihak memiliki kesempatan untuk menerbikan media cetak.
Di masa ini pula banyak beredar media alternatif yang dikelola masyarakat secara otonom. Di tengah banyak pilihan ragam dan jenis media yang dapat dipergunakan oleh masyarakat, maka informasi pemerintah pun secara logis harus berusaha lebih keras bertarung dalam lalu lintas informasi yang ada, alih-alih harus mampu bersaing dengan media lainnya, agar mendapatkan perhatian masyarakat.Komoditas Bernama Informasi
Dewasa ini makin disadari bahwa media cetak dan elektronik menjadi komoditas industri yang bernilai ekonomis bagi yang terkait dalam proses media komunikasi. Tren dari pola penyajian isi media pun tidak lagi menganut tatanan jurnalistik yang konservatif, tetapi terobosan-terobosan inovatif dan kreatif dimanfaatkan untuk dapat menarik perhatian segmen. Mengatur posisi berkesesuaian dengan ciri-ciri segmen termasuk tuntunan yang vital.
Kondisi seperti ini mendorong media untuk berkompetisi dengan para kompetitornya dalam merebut setiap pasang mata dari khalayak. Kompetisi media di Indonesia tersebut mendorong pekerja pers nasional mengelola media massa-nya lebih berorientasi pada kepentingan bisnis ketimbang idealisme pers (lihat: Novel Ali, 1988).
Akibatnya sebagian pers cenderung lebih memprioritaskan pemenuhan selera publik. Bahkan tak jarang ada beberapa media yang melakukan pelanggaran etika jurnalistik dan tidak memenuhi fungsinya sebagai alat untuk mencerdaskan bangsa. Hal senada diungkapkan oleh Ashadi Siregar, dalam bukunya Sketsa-sketsa Media Massa :
……Pers memasuki era industri memang benar, jurnalisme masih tetap jadi ratu dunia memang benar. Tetapi dinamika industri ini pulalah yang menempatkan jurnalisme hanya menjadi salah satu komponen dalam manajemen media. Komponen yang lain yang tidak kalah pentingnya adalah marketing dan diatas semuanya : Modal. (Siregar, 1995: 6)
Perubahan orientasi dunia jurnalistik tersebut ditandai dengan adanya ideologi pasar sebagai agama baru industri media sejak tahun 1990-an. Ideologi ini menjadi amat penting bagi industri pers disaat masyarakat sedang mengalami kebebasan sipil. Argumentasinya adalah pasar memiliki mekanisme sendiri untuk mengatur seleranya.
Bagi para pemilik modal, media massa merupakan sarana bisnis. Sedangkan bagi para komunikator massa, khususnya kalangan wartawan dan karyawan media massa lainnya, media adalah sarana untuk meraih kepuasan profesi. Bagi kalangan masyarakat tertentu, khususnya tokoh pemuka pendapat, media massa merupakan infrastruktur kekuasaan. Adapun dimuatnya kebijakan-kebijakan, perundang-undangan, peraturan-peraturan, merupakan refleksi dari keterlibatan kalangan dominant class. Di lain pihak, kalangan masyarakat umum mengharapkan media massa sebagai alat kontrol sosial dan perubahan.
Besarnya pengaruh media ini disadari oleh banyak pihak, oleh karena itu wajar jika media kemudian menjadi “lahan perebutan” bagi berbagai kelompok untuk menyuarakan kepentingan. Kendati tak kasat mata dan tak terdengar telinga, akan tetapi “perebutan” ini sebenarnya sangat riuh. Sebuah silent war, perang sunyi yang melibatkan seluruh stakeholders media, baik internal maupun eksternal.
McQuail (1998) menggambarkan “silent war” itu. Pihak pemerintah—misalnya—menginginkan agar media berfungsi sebagai sarana pemeliharaan integritas bangsa, sarana pemeliharaan kestabilan politik, dan sebagainya. Pihak khalayak mengharapkan media massa berfungsi sebagai sumber informasi yang terpercaya, sarana pengetahuan dan budaya.
Idealnya memang, media massa yang baik adalah yang dapat mengadopsi kepentingan seluruh stakeholders. Namun harus diakui, di masa sekarang sulit mencapai kondisi ideal semacam itu. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan isi media massa menjadi bias dan berpihak: dalam arti hanya menyuarakan kepentingan kelompok tertentu.
Kendati ditinjau dari ilmu komunikasi keberpihakan media bukanlah sebuah kesalahan, akan tetapi media massa yang memihak akan sulit tumbuh menjadi alat kontrol sosial yang objektif. Makanya tidak aneh, jika berita-berita yang muncul disatu media berbeda dengan media lainnya. Ini lebih karena pilihan-pilihan tersebut. Andai pilihan-pilihan tersebut sama, perbedaan pun masih mungkin lantaran perbedaan dalam memilih sudut pandang (angle) (Siahaan, 2001).
Saat ini belum ada analisa yang representatif mengenai pemihakan media secara memuaskan. Namun dengan lebih banyaknya memunculkan silang pendapat atau berita pendapat, maka media tampaknya masih lebih terpesona pada keahlian bicara ketimbang memiliki kemampuan yang cukup bagi pemaparan dan pengungkapan fakta secara apa adanya. Media masih tergolong asik pada polemik, dan belum pada gairah mengungkap kenyataan untuk menggugah kepedulian bagi upaya memperbaiki keadaan, terutama pada kondisi masyarakat kelas bawah yang memang minim kemampuan mengakses media massa. Itu sebabnya silang pendapat dan polemik umumnya menyangkut kalangan atas atau masyarakat kelas atas, terutama kaum elit politik, praktisi ekonomi terkemuka, para ahli dan kaum akademis yang berdiri di menaranya (Jauhari, 2001)Media Pemerintah dan Informasi Pemerintah
Saat ini banyak dapat kita saksikan penerbitan tercetak milik pemerintah yang dikelola seperti pers umum, sekalipun tidak banyak yang mengelola secara personal namun di-pihak ketiga-kan, fenomena ini pantas menjadi perhatian sendiri.
Jalalludin Rakhmat (1999) menyatakan sekalipun penyebaran informasi melalui komunikasi interpersonal (face to face) masih banyak dilakukan oleh birokrasi pemerintah, namun pada era sekarang ini trend penyebaran informasi pemerintah lebih sering menggunakan media massa, baik media cetak maupun elektronik. Keberhasilan layanan informasi publik sangat tergantung kepada kemampuan birokrasi dalam memanfaatkan media komunikasi ini.
Dalam literatur komunikasi memang tidak ada secara spesifik yang mengakui media pemerintah sebagai salah satu aktivitas jurnalistik atau pers. Karena pada awalnya, di lingkungan pemerintah dan organiasi lain, penggunaan media massa merupakan bagian dari strategi kehumasan.
Dulunya semasa Orde Baru, dalam rezim pengelolaan SIUPP, tidak ada istilah bagi media yang disebut sebagai penerbitan khusus ini. Jika pun terbit tak perlu repot mengurus perijinan sebagaimana pers umum. Kadang untuk memastikan kelegalan “pers khusus” ini banyak yang mengikutkan nomor ISSN yang sebenarnya sebagai tanda terbitan berkala yang dicatatat oleh Pusat Data Informasi Ilmiah LIPI. Sebagai bagian dari strategi kehumasan tentunya media pemerintah tidak disebarluaskan secara massal atau diperjualbelikan.
Namun zaman telah berubah, dihapuskannya SIUPP telah terbukti membawa ledakan jumlah media-massa di Indonesia. Persaingan ketatpun terjadi,sehingga memunculkan satu trend penting: media makin tersegmentasi tidak hanya berdasar profil ekonomi-sosial pembaca, tapi juga berdasar hobi/interest dan geografis, simak munculnya media lokal dan komunitas. Dalam ranah media massa cetak, lahir ratusan koran, majalah dan tabloid baru, baik yang berskala nasional maupun lokal. Demikian pula dunia maya (cyberspace), situs-situs bertajuk berita pun bertebaran. Kondisi ini meniscayakan adanya sebuah kondisi bahwa pemerintah tidak lagi monopolistik dalam mengelola informasi dan “mengatur” konten yang disampaikan melalu media massa.
Kebutuhan akan hal ini memang mendorong pemerintah berlomba-lomba mengembangkan media yang sebenarnya diperuntukkan bagi kalangan internal. Jumlah pasti media yang diterbitkan lembaga pemerintah mungkin bisa jadi sebanyak instansi pemerintah yang ada di Indonesia. Terlepas ada instansi yang tak menerbitkan hal ini bisa diperkirakan dengan kompensasi beberapa instansi yang menerbitkan lebih dari satu judul media dalam beragam bentuknya.
Bahkan sekarang situs resmi pemerintah juga menyertakan berita dan artikel yang bisa jadi sekadar ingin dikatakan situsnya up to date